Mau ikut kelas online SSLC BSS UB, bagaimana membuat game secara dasar dengan HTML5 Canvas dan engine terkait yang lainnya, daftarkan diri Anda dengan join ke kelas dengan code r3oa6fs di Google Classroom, atau dengan meng-email uboiz@yahoo.com.

Aplikasi Pendidikan Computational Lab

Computational Lab adalan nama Android Developer di Google Playstore. Saat tulisan ini ditulis, Computational Lab telah memilki 60 aplikasi dan game pendidikan, yang didistribusikan secara berbayar dan gratis namun beriklan, dengan merek dagang “Edugameapp”. 

Halapan Computational Lab di Google Play Store

Secara konten, developer memang lebih banyak membawa materi-materi yang diajarkan untuk siswa tingkat menengah atas. Karena memang sesuai dengan level pengetahuan developer, mudah dalam pembuatannya, dan siswa usia tersebut umumnya orang tua telah mengijinkan anak-anak mereka memiliki smartphone sendiri. Dengan begitu, developer juga berharap, aplikasi dan game yang dibuat dapat dikonsumsi oleh siswa tingkat menengah atas Indonesia khususnya, dan masyarakat internasional pada umumnya. 

Tujuan awal developer adalah menyediakan aplikasi atau game Android yang aman dikonsumsi oleh anak-anak, ditengah maraknya game-game yang tidak mendidik, dan dimainkan tidak sesuai konten ratingnya. Sehingga dengan orang tua mempercayakan aplikasi Computational Lab dimainkan oleh anak-anak mereka, orang tua dapat merasa aman dan percaya kandungan edukasi yang disematkan dalam aplikasi atau game, adalah sesuai dengan yang diajarkan di bangku sekolahnya. 

Sayangnya, sampai tulisan ini ditulis, developer dalam membuat dan maintenace aplikasi dilakukan dengan dana dari developer sendiri. Dan developer mendapatkan income dari iklan yang ditampilkan disetiap aplikasi dan game Computational Lab. 

Developer pernah mencoba menjualnya langsung, bahkan dengan nominal yang murah sebesar IDR 3000 saja, dan aplikasi tidak beriklan. Nyatanya, masyarakat lebih menyukai aplikasi gratis meskipun menampilkan iklan didalamnya. Padahal dengan membelinya dengan nominal yang kecil, pengguna sudah tidak terganggu iklan lagi. 

Iklan inilah yang menjadi problem developer sampai saat ini. Konten aplikasi dan game boleh sudah kental dengan pendidikan, namun iklan belum tentu. Disatu sisi developer membutuhkan dana untuk pengembangan dan maintenance aplikasi dan game, di sisi lain kadang iklan yang ditampilkan tidak pantas untuk ditampilkan bersamaan konten pendidikan, meskipun developer sudah melakukan filtering. Developer juga berharap, ada salah satu investor yang bersedia untuk berinvestasi di Computational Lab. Sehingga developer hanya menampilkan satu macam iklan saja, sesuai permintaan investor, atau tidak menampilkan iklan sama sekali.

Comments

Popular posts from this blog

Challenge yang Harus Diikuti oleh SSLC

Membuat Game Pong dengan HTML5 Canvas

ARCore untuk Augmented Reality